Cara Membaca Kode E pada Label Kemasan Produk
Kode E pada label kemasan sering dianggap remeh, padahal jadi salah satu titik kritis bahan yang wajib ditelusuri sebelum produk lolos pemeriksaan halal jalur reguler.
Kode E pada label kemasan sering dianggap remeh, padahal jadi salah satu titik kritis bahan yang wajib ditelusuri sebelum produk lolos pemeriksaan halal jalur reguler.
Panduan mengenali kategori bahan yang mestinya dilengkapi bukti kehalalan dari pemasok, agar proses pemeriksaan LPH pada jalur reguler berjalan lebih lancar.
Fermentasi kedelai, bahan tambahan, hingga risiko kontaminasi silang membuat saus dan kecap masuk kategori titik kritis bahan yang wajib ditelusuri produsen sebelum mengajukan sertifikasi halal.
Pelembut, pengembang, dan lemak pada roti dan bakery adalah titik kritis halal yang wajib ditelusuri sebelum produk lolos pemeriksaan LPH pada jalur reguler.
Mi instan dan bumbu serbuknya menyimpan banyak bahan penolong dan perisa yang perlu ditelusuri asal-usulnya sebelum lolos pemeriksaan halal jalur reguler.
Stabilizer dan emulsifier pada es krim sering luput dari perhatian, padahal keduanya termasuk titik kritis halal yang paling sering diperiksa LPH pada jalur reguler.
Lemak pengganti kakao dan emulsifier seperti lesitin sering jadi titik kritis pada cokelat halal. Kenali apa saja yang perlu ditelusuri sebelum produk masuk pemeriksaan.
Susu formula dan produk bayi punya titik kritis kehalalan yang khas, mulai dari bahan turunan hewani sampai bahan penolong yang tak muncul di label. Berikut yang perlu diperhatikan pelaku usaha sebelum masuk jalur pemeriksaan.
Bahan baku impor punya jalur telusur yang lebih panjang dan rawan titik buta. Berikut cara menelusuri dokumen kehalalannya sebelum masuk proses pemeriksaan.